Tarif Tak Berubah dan Biaya Operasional yang Terus Membengkak, Perumda Batiwakkal Tetap Berjuang Pertahankan Kualitas Air Bersih

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Di balik lancarnya aliran air bersih yang setiap hari mengalir ke rumah-rumah warga Berau, tersimpan perjuangan panjang yang jarang diketahui masyarakat. Di tengah tarif pelanggan yang belum mengalami penyesuaian selama bertahun-tahun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal harus menghadapi lonjakan biaya operasional yang terus meningkat. Namun, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, perusahaan milik daerah itu memilih tetap bertahan demi memastikan masyarakat tetap memperoleh air bersih yang layak dan berkualitas.

 

Tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan semakin terasa dari tahun ke tahun. Kenaikan tarif listrik, meningkatnya harga bahan kimia untuk pengolahan air, biaya perawatan instalasi, pemeliharaan jaringan perpipaan, hingga biaya operasional lainnya terus mengalami peningkatan mengikuti inflasi dan perkembangan harga di pasaran. Di sisi lain, pendapatan perusahaan belum mampu mengimbangi besarnya pengeluaran karena tarif air masih belum mengalami penyesuaian.

 

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi perusahaan dalam mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

“Kualitas air bersih tidak bisa dikompromikan meskipun perusahaan harus menghadapi tekanan anggaran yang semakin berat,”ungkapnya baru-baru ini.

 

Menurutnya, menjaga kualitas air memang menjadi target dan program utamanya. Walaupun biaya operasional terus meningkat, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut menurun. Tantangan terbesar kami adalah bagaimana mempertahankan kualitas pelayanan dengan kemampuan keuangan yang terbatas.

 

“Tidak hanya menghadapi kenaikan biaya produksi, Perumda Batiwakkal juga harus melakukan berbagai langkah efisiensi agar operasional perusahaan tetap berjalan. Salah satunya adalah menunda penambahan jumlah tenaga kerja meskipun kebutuhan sumber daya manusia terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan dan luasnya jaringan pelayanan,” tukasnya.

 

Termasuk tenaga kerja tambahnya, belum bisa melakukan penambahan karena harus menyesuaikan kemampuan keuangan perusahaan.

 

“Kami lebih memilih melakukan efisiensi agar pelayanan tetap berjalan dan kualitas air tetap terjaga," katanya.

 

Dalam kesempatan itu Saipul Rahman juga mengungkapkan, bila selama ini sebagian masyarakat masih menganggap tarif air yang dibayarkan setiap bulan hanya sebatas biaya penggunaan air. Padahal, untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi standar kesehatan diperlukan proses panjang dengan biaya yang tidak sedikit.

 

Mulai dari pengambilan air baku, proses pengolahan menggunakan berbagai bahan kimia sesuai standar, pengujian kualitas air secara berkala, distribusi melalui jaringan perpipaan, hingga pemeliharaan instalasi dan perbaikan kebocoran jaringan, seluruhnya membutuhkan biaya operasional yang besar.

 

Ia menegaskan, air bersih bukan hanya sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi investasi penting bagi kesehatan masyarakat. Ketersediaan air bersih berperan besar dalam mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas sanitasi, hingga mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.

 

Karena itu, menurutnya, menjaga kualitas air merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat. Karena tidak ingin masyarakat justru harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk membeli air dari luar jaringan PDAM. Karena itu, meskipun kondisi perusahaan cukup berat.

 

“Kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar air bersih bisa terus mengalir ke rumah-rumah pelanggan dengan kualitas yang baik," tegasnya.

 

Saipul Rahman berharap masyarakat dapat memahami tantangan yang saat ini dihadapi Perumda Batiwakkal. Di sisi lain, ia juga berharap adanya dukungan pemerintah melalui penyesuaian tarif air minum yang dinilai sudah mendesak agar kondisi keuangan perusahaan kembali sehat.

 

Keseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan menjadi faktor penting untuk menjamin keberlanjutan pelayanan air bersih di Kabupaten Berau. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik, perusahaan tidak hanya mampu mempertahankan kualitas layanan, tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pelayanan, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Harapan kami tentu penyesuaian tarif bisa segera direalisasikan sehingga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran perusahaan dapat tercapai. Dengan begitu, Perumda Batiwakkal dapat terus meningkatkan pelayanan sekaligus memastikan masyarakat Berau tetap memperoleh haknya atas air bersih yang aman, layak, dan berkualitas," pungkasnya. (sep/FN)